Freeport Siap Pasok Konsentrat Emas ke Smelter Pertama di Papua

Timika -PT Freeport Indonesia sepakat untuk memasok konsentrat emas, perak, dan tembaga ke fasilitas pengolahan barang tambang (smelter) yang akan dibangun pemerintah daerah Papua bersama investor swasta. Hal ini bisa mengatasi masalah pasokan konsentrat nasional.

Presiden Direktur Freeport Indonesia Ma‎roef Sjamsoeddin mengatakan pembangunan smelter di Papua bisa menjawab tantangan yang saat ini terjadi. Smelter yang ada di Gresik (Jawa Timur) akan kesulitan bila beroperasi sendirian.


"Kapasitas yang ada saat ini di Gresik baru 40%, sekitar 1 juta ton yang tertampung. Untuk proyek underground kami saja produksinya sudah sekitar 2 juta ton. Kita bicara bukan hanya Freeport, tetapi ada Newmont dan lain-lain," kata Maroef di Hotel Rimba Papua, Timika, Minggu (15/2/2015).


Untuk menampung produksi konsentrat‎ nasional, tentu dibutuhkan tambahan smelter baru. Salah satunya adalah di Papua, yang bila terealisasi bakal menjadi smelter partama di bumi cendrawasih tersebut, meski bukan Freeport yang membangun.


Maroef mengatakan akan ada pembicaraan dengan pemda seputar pasokan konsentrat. "Nanti akan kami bicarakan lebih lanjut bagaimana Freeport Indonesia melakukan business supply konsentrat," ujarnya.


Maroef mengapresiasi kesepakatan yang terjadi hari ini antara pemerintah pusat, pemda Papua, dan Freeport Indonesia. Menurutnya, ‎ini akan meredam kegaduhan yang akhir-akhir ini sedikit bernuansa politik.


"Langkah pemkiran solutif, persoalan di arena politik akan menjadi bahasan secara ekonomi untuk mendorong manfaat bagi masyarakat Papua. Smelter menjadi bahasan di arena politik, dan bagi kami solusi tadi bisa menyelesaikan atau membantu permasalah pembangunan Papua," sebutnya.


Sementara itu, Menteri ESDM Sudirman Said akan menunggu realisasi komitmen Freeport untuk nantinya memasok konsentrat ke smelter.


"Saya tunggu project plan-nya, lebih dari sekedar MoU. Freeport dan pelaksana proyek akan sign kesepakatan jaminan supply," tegas Sudirman.


Hasil blusukan Sudirman Said ke Freeport dua hari terakhir, menghasilkan kesepakatan ‎bahwa melter akan dibangun di Papua, tapi tidak oleh PT Freeport Indonesia. Smelter akan dibangun oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Papua yang bekerja sama dengan investor.


(hds/hen)

Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com

Informasi pemasangan iklan

hubungi : sales[at]detik.com