Menteri ESDM Sudirman Said menyebut, kedua BUMN energi tersebut kini telah rujuk.
"Mereka mau rekonsiliasi. Saya rasa sinergi antara Pertamina dan PGN semakin baik, sering ketemu," kata Sudirman di Batam, Rabu (18/2/2015).
Lanjut Sudirman, rujuknya Pertamina dan PGN dibuktikan dengan sinergi di dalam penyediaan gas untuk angkutan umum. Pertamina dan PGN akan membangun SPBG di wilayah Jabodetabek.
"Termasuk yang Jabodetabek mau pakai network SPBU untuk taruh pompa SPBG. Itu inisiaitif yang baik untuk sinergi," ujarnya.
Di tempat yang sama, Juru Bicara PGN Irwan Andri Atmanto menjelaskan, rencananya pasokan gas ke SPBU dipasok dari jaringan pipa milik PGN. Sedangkan dispenser gas akan dibuat pada area SPBU, yang berada di bawah pengaturan dan pengelolaan Pertamina.
Tahap awal, PGN mengidentifikasi 73 SPBU di Jakarta yang bisa dikembangkan untuk ditambahkan dispenser SPBG. Lokasi 73 SPBU tersebut berada sekitar 1 km dari jaringan pipa gas milik PGN.
"Investasi apa dibikin berdua, atau PGN yang pasang disepenser atau status sewa. Ini bisa dibicarakan business to business," jelasnya.
Namun Irwan memberi gambaran kasar terkait investasi pemasangan 1 unit dispenser serta infrastruktur pendukung di area SPBU.
"Ada 1 dispenser gas di SPBU bisa tambah US$ 1 juta. Nilai tersebut sudah termasuk investasi infrastruktur pendukung," ujarnya.
(feb/dnl)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com