Direktur PT Jakarta Monorail Bovanantoo mengatakan, tantangan rute jalur biru monorel Jakarta lebih sulit dari jalur hijau yang relatif mudah. Desain fisik jalur monorel banyak mengalami perubahan dari rencana awal 2004 lalu karena perkembangan kota seperti bertambahnya flyover, jalan layang non tol, dan sebagainya.
"Banyak perubahan yang terjadi seperti flyover baru, terutama yang terberat di casablanca," katanya kepada detikFinance, Senin (15/7/2013)
Pihaknya masih melakukan kajian dokumen teknis soal opsi pengalihan tiang pancang untuk jalur biru. Bila tak memungkinkan dibangun di atas jalur pipa, maka ada opsi membangun tiang rute monorel di tepi jalan non tol Casablanca.
"Bisa juga tiangnya mengangkangi pipa, jadi jalurnya tetap di tengah," katanya.
Seperti diketahui ada dua koridor yang akan dibangun yaitu Blue Line dan Green Line. Jalur biru rute ini lurus tak melingkar akan menjangkau koridor sepanjang 14,2 km, dari Kawasan Kampung Melayu menuju Tanah Abang mencakup 12 stasiun.
Green Line (melingkar) akan menjangkau 14,8 km koridor yang melingkar, menghubungkan jalur lingkar bermula dari Casablanca menuju Rasuna Said dengan total jumlah stasiun sebanyak 15 unit. Green Line mencakup Casablanca- Taman Rasuna-Kuningan Sentral-Setia Budi Utara- Karet-Pejompongan-Palmerah-Stasiun Madya-Plaza Senayan-GBK-SCBD-Komdak-Satria Mandala-Gran Melia-Casablanca.
PT Jakarta Monorail akan memulai kembali pembangunan fisik proyek monorel Jakarta atau Jakarta Eco Transport Monorail (JET). Rencananya mulai 16 Oktober 2013 proses konstruksi fisik akan dilakukan.
(hen/dnl)