Perusahaan-perusahaan tersebut diantaranya PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT Pos Indonesia, dan PT Pegadaian. Menurut Dahlan, banyak BUMN memiliki lahan tak terpakai (idle). Lahan yang idle BUMN ini bisa dimanfaatkan untuk membantu penambahan pasokan rumah di Indonesia. Ia mencontohkan banyak lahan PT KAI yang ada di pinggir stasiun bisa dibangun rumah susun.
"Sekarang ini masing-masing BUMN yang mempunyai aset idle itu mereka mendirikan perusahaan atau unit yang bergerak di bidang properti. Dengan demikian, lahan itu nanti menjadi garapan unit properti," kata Dahlan saat acara Musyawarah Nasional Realestate Indonesia 2013 di Hotel Gran Melia Jakarta, Senin (25/11/2013).
Dahlan menjelaskan, saat ini perusahaan-perusahaan tersebut masih dalaam proses mengurus legalitas kepemilikan perusahaan properti. Rencananya, mulai tahun depan jika legalitas sudah berhasil dilakukan, perusahaan-perusahaan ini akan mulai intensif menggarap bisnis properti.
Ia menambahkan, lahan yang ada bisa menjadi lebih produktif dan menambah nilai perusahaan. "Kita sinergikan semua perusahaan BUMN tapi kita enggak sinergi dengan Kemenpera, jadi masing-masing BUMN," kata Dahlan.
Mantan dirut PLN ini juga sempat mengusulkan untuk mengatasi kekurangan pasokan (backlog) 15 juta unit rumah di Indonesia maka harus banyak membangun rumah susun perkotaan. Alternatifnya membangun rumah susun di setiap stasiun Kereta (KRL).
"Kami punya mimpi bahwa perumahan-perumahan penduduk apalagi bertingkat 17-20 lantai, itu sebaiknya mulai tumbuh perumahan di sekitar stasiun," ujar Dahlan.
(drk/hen)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!