"Sudah saya sampaikan ke Pak Jokowi perumahan yang dibangun APBN sebaiknya menyelesaikan perumahan kumuh. Bukan yang baru justru dibangun," kata Dahlan saat ditemui di Hotel Gran Melia, Jakarta, Senin (25/11/2013).
Menurutnya, konsep ke depan perumahan yang didanai APBN adalah konsep bedol desa atau bedol RW. Bentuknya nanti ada lelang desa atau RW mana yang mau dibedah untuk diperbaiki.
"Itu dilelangkan untuk RW atau desa yang mau tingkatkan tingkat kehidupan layak. Anak jangan ikut jadi korban seperti bapaknya. Bapaknya boleh tinggal di rumah kumuh tapi anaknya jangan," ungkap Dahlan.
Dahlan juga mengatakan saat ini masih banyak wilayah-wilayah kumuh di Jakarta yang sulit ditata. Padahal, wilayah-wilayah tersebut sangat dimungkinkan untuk dibangun perumahan. Wilayah kumuh tersebut salah satunya milik PT Pertamina (Persero).
"Aset BUMN itu luar biasa besarnya tapi kurang produktif dan bahkan diduduki orang. Plumpang (Jakarta Utara) itu bahaya sekali. Di sana ada depo Pertamina, di kanan-kirinya pemukiman kumuh. Sulit sekali untuk ditata," kata Dahlan.
Menurut Dahlan, agar kondisi di sekitar Plumpang tidak kumuh, Pertamina berencana melelang kawasan di sekitar depo agar bisa dibangun perumahan.
"Tapi syaratnya harus ada buffer zone entah itu berupa waduk atau apa, agar ada jarak antara pemukiman dengan depo," ujar dia.
Nantinya, kata Dahlan, proses lelang akan dilakukan dengan sangat terbuka. "Nanti lelangnya akan sangat terbuka, mulai dari proses persiapan dokumen. Kalau perlu Pertamina menggandeng BPKP dan Kejaksaan Agung agar proses tender lebih transparan," kata Dahlan.
(dru/dnl)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!