Bagaimana Prospek Investasi Saham Tahun Depan?

Jakarta -Prospek investasi saham di tahun depan secara umum sangat tergantung oleh pertumbuhan laba emiten alias perusahaan yang masuk bursa. Melemahnya nilai tukar rupiah masih akan memberi tekanan.

Chief Economist and Director Investor Relation PT Bahana TCW Investment Management Budi Hikmat mengatakan, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama tahun 2014 diprediksi tidak berbeda jauh dibandingkan rata-rata GDP nominal growth selama 5 tahun terakhir yang berkisar 13%.


Angka sektor riil ini terus mengalami penurunan dibandingkan periode 10 tahun terakhir di angka 15,7% dan 15 tahun terakhir di angka 17,8%.


"Indonesia saat ini normalisasi. Indeks tidak jauh dari pertumbuhan GDP. Inget pasar modal selalu mendahului sektor riil. Selama ini rata-rata kinerja IHSG di angka 17,8%, 3 kali lipat dari GDP," ujar dia saat acara “Catatan Akhir Tahun & Market Outlook 2014” di Financial Club Graha CIMB Niaga, Jakarta, Rabu (18/12/2013).


Budi menjelaskan, kinerja IHSG masih tertinggal dari negara-negara lain dipicu oleh risiko pelemahan nilai tukar rupiah yang terkait dengan posisi neraca berjalan yang defisit.


Pemerintah, kata dia, semestinya harus berusaha menjadikan pelemahan rupiah sebagai obat untuk memacu ekspor agar posisi neraca berjalan membaik.


"Semoga ini bukan harapan kosong, dengan potensi Indonesia yang besar paling tidak kita dapat berharap IHSG akan turut meningkat setelah valuasi bursa global dan region dianggap relatif mahal," ujar dia.Next


(drk/ang)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!