Kondisi ini salah satunya dialami oleh Chryssoula Zarkamela, wanita berumur 40 tahun yang bekerja sebagai kasir di supermarket bernama Arvanitidis, di utara Yunani. Zarkamela bersama 10 rekan kerjanya tidak menerima gaji senilai 894 euro (US$ 1.229) atau sekitar Rp 12 juta sejak Agustus 2013 lalu.
Zarkamela mengatakan, seluruh pegawai pada 150 gerai supermarket tempatnya bekerja, gajinya seringkali dibayar telat.
"Situasi menjadi buruk sejak tahun lalu. Awalnya gaji kami telat sebulan, kami tidak mau komplain terlalu banyak. Namun setelah itu keterlambatan gaji diakumulasi," kata Zarkamela dikutip dari AFP, Rabu (18/12/2013).
Bahkan, kata Zarkamela, perusahaan tempatnya bekerja meminta pegawai untuk menerima setengah gajinya dibayar dalam bentuk voucher yang bisa dibelanjakan di supermarket tersebut.
"Mereka pikir saya membayar pajak dengan tepung dan gula," kata Zarkamela.
Dalam sebuah survei di Yunani, disebutkan saat ini ada 1 juta karyawan yang tidak digaji. Saat ini tingkat pengangguran di Yunani mencapai 27%, dan 1,37 juta orang masuk dalam daftar pengangguran baru.
Para pegawai hanya bisa pasrah gajinya telat dibayar atau dipangkas. Karena mereka tidak tahu lagi ke mana mencari kerja saat ini
(dnl/hds)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!