Corporate Secretary Adhi Karya Ki Syahgolang Permata mengatakan, sebanyak 49% dari kontrak tersebut merupakan proyek jalan dan jembatan, sedangkan sisanya gedung dan infrastruktur lainnya.
Sementara jika dilihat dari sumber dananya, realisasi kontrak baru tersebut terdiri dari APBN sebanyak 46%, BUMN sebesar 18% sementara swasta atau lainnya terdapat 37%.
"Sedangkan dari sisi lini bisnis, di awal tahun 2015 ini, Konstruksi dan EPC masih mendominasi kontribusi sebesar 89%, dan sisanya merupakan lini bisnis lainnya," katanya dalam keterangan tertulis, Senin (16/2/2015).
Tahun ini Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu membidik perolehan kontrak baru hingga sebanyak Rp 15,2 triliun. Jas bisnis konstruksi akan menjadi penyumbang kontrak tersebesar dengan perkiraan porsi Rp 12,5 triliun.
Sementara bisnis Engineering, Procurement, Construction (EPC) sebanyak Rp 460 miliar, properti realti sebesar Rp 1,7 triliun, dan lini bisnis precast concrete sekitar Rp 479,6 miliar.
"Sedangkan dari jenis pekerjaan, proyek gedung diperkirakan sebanyak 39%, jalan dan jembatan sebesar 31%, dan sisanya proyek infrastruktur lainnya," ujarnya.
Sementara itu, dari sisi capital expenditure (capex) di 2015 perseroan menganggarkan Rp 824,7 miliar tahun ini. Omzet perusahaan diperkirakan menembus Rp 13,2 triliun, dengan target laba bersih Rp 440,1 miliar di tahun ini.
(ang/dnl)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com