Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin menyebutkan, impor minyak mentah di Januari 2015 secara nominal turun 36,56%, dibanding bulan sebelumnya, dari US$ 965,6 juta menjadi US$ 606,9 juta. Secara year on year (yoy), atau dibandingkan Januari 2014, penurunan mencapai 32,75% dari US$ 902,4 juta di Januari 2014.
Secara volume, impor minyak mentah juga turun, dari 1,5 juta ton menjadi 1,2 juta ton (mtm).
"Jadi ada penurunan impor yang signifikan pada minyak mentah. Terutama dari nominal," ungkap Suryamin di kKantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (16/2/2015)
Kemudian pada hasil minyak, penurunan impor mencapai 38,55% (mtm), dari US$ 2,2 miliar menjadi US$ 1,4 miliar di Januari 2015. Bila dibandingkan secara periode yang sama tahun sebelumnya, tercatat penurunan 41,61% dari US$ 27,4 miliar.
Untuk volumenya, impor hasil minyak pada Januari 2015 adalah 2,07 juta ton. Sedangkan di Desember 2014 adalah 2,85 juta ton, dan Januari 2014 adalah 2,4 juta ton.
"Bila melihat data ini, berarti penyebabnya adalah harga minyak dunia yang turun dan pengurangan konsumsi oleh masyarakat Indonesia karena kebijakan pemerintah," jelasnya.
(mkl/dnl)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com