"Yang paling banyak dicari hampir semua sektor dan pekerja. Tetapi yang sangat kurang adalah pekerja di sektor konstruksi jalan dan jembatan yang cukup kurang," kata Kepala Badan Pembinaan Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum Hediyanto Husaeni, di Gedung Balai Pelatihan Konstruksi dan Pelatihan Jalan Suratmo, Jakarta Pusat, Selasa (8/10/2013). kata
Ia menuturkan proyek jalan dan jembatan banyak dikucurkan dalam APBN. Misalnya dalam APBN 2013, mencapai Rp 32-34 triliun atau secara keseluruhan dengan APBD yaitu Rp 60-70 triliun.
Sektor tenaga kerja yang diperlukan mulai dari tukang batu, tukang besi, juru ukur, pelaksana pekerja jalan dan operator alat-alat berat seperti ekskavator.
"Proyek jalan dan jembatan itu baik di daerah dan pusat itu semua membangun. Kekurangan tenaga kerjanya banyak di sana. Profesinya bisa operator, menajernya, juru ukur dan lainnya. Besarnya memang masih kurang jumlahnya tetapi jumlahnya belum saya hitung," imbuhnya.
Selain kekurangan tenaga kerja konstruksi di sektor jalan dan jembatan, Indonesia juga kekurangan sektor tenaga kerja konstruksi di bidang air dan sanitasi. "
Air minum dan proyek pengerjaan sanitasi juga masih banyak diperlukan. Orang-orang yang terampil juga sangat kurang," katanya.
(wij/hen)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!