Direktur Utama AP I Tommy Soetomo mengatakan pembangunan PLTS tersebut sangat penting bagi operasional bandara. Menurutnya empat bandara yang akan dibangun PLTS tersebut ke depan tidak akan lagi mengalami pemadaman listrik.
"Ya harusnya tidak mati lampu lagi," ungkapnya saat ditemui di Hotel Nikko, Nusa Dua, Bali, Selasa (8/10/2013)
Empat bandara tersebut adalah Bandara Ngurah Rai Bali, Djuanda Surabaya, Hasanudin Makassar dan Sepinggan Balikpapan. Proyek awal dimulai dari Ngurah Rai yang ditargetkan selesai 2014 dengan kapasitas 15 MW.
Ia menuturkan listrik adalah persoalan yang sangat vital bagi bandara. Sehingga harus dibenahi secara serius. Untuk itu AP I merasa beruntung dengan adanya kerjasama ini.
"Sekarang kan kita konsumsi listrik kan vital. Selama ini kan kita pakai PLN yang tahu lah. Banyak kendala teknis yang bikin mati," ujarnya.
Tommy menambahkan biaya pembangunan PLTS memang lebih mahal dibandingkan pembangkit lainnya. Namun, untuk penggunaan jangka panjang, menurutnya lebih menguntungkan.
"Kalau sekarang memang mahal. Tapi nanti kalau jangka menengah dan jangka panjang, itu minyak akan mahal maka kita bisa untung kan. Jadi lihat ke depan sebenarnya," kata Tommy.
(mkl/hen)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!