Pabrik ini akan mulai dibangun di tahun depan dan diperkirakan akan selesai dalam 1,5 tahun ke depan. Direktur Utama Sido Muncul Irwan Hidayat mengatakan, perseroan telah mengganggarkan dana untuk pembangunan pabrik ini sebesar 42% dari hasil dana Initial Public Offering (IPO) senilai Rp 870 miliar.
Irwan menyebutkan, pembangunan pabrik ini untuk mengejar produk Tolak Angin supaya menjadi nomor 1 di antara pesaing-pesaingnya.
"Kita ingin Tolak Angin menjadi nomor satu, makanya kita tingkatkan terus kapasitasnya. Tolak Angin bisa naik 2 kali lipat, 70-80% dari kapasitas," kata Irwan usai listingnya di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (18/12/2013).
Irwan menjelaskan, untuk mendukung peningkatan kapasitas produksi perseroan juga menyiapkan mesin-mesin yang diimpor dari Jerman. Ditargetkan, dengan penambahan mesin akan meningkatkan kapasitas produksi 10-20% di tahun depan.
"Kami persiapkan mesin-mesin impor dari Jerman untuk ekstraksi," ujar dia.
Pabrik ini akan dibangun di lahan seluas 10 hektar. Proyeksinya, harga tanahnya senilai Rp 1 juta per meter persegi.
Dengan penambahan kapasitas produksi, pihaknya menargetkan angka penjualan hingga Rp 2,8 triliun dengan laba bersih diperkirakan mencapai Rp 450 miliar.
"Target penjualan Rp 2,8 triliun dan laba Rp 450 miliar," cetusnya.
(drk/ang)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!