"Mau dibereskan. Sedang diseleksi para broker nakal yang pegang kertas. Kasihan masyarakat," kata Sudirman di Batam, Rabu (18/2/2015).
Pemerintah, kata Sudirman, akan memprioritaskan pasokan gas kepada perusahaan yang membangun jaringan gas. Tujuannya, untuk mendorong pengembangan jaringan gas di tanah air, serta menyediakan harga gas yang wajar.
"Kita beri opportunity yang betul-betul serius, atau kepada player yang berinvestasi di bidang infrastruktur," jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Sudirman menjelaskan, pemerintah berkomitmen mempercepat perizinan, dan memberikan stimulus bagi perusahaan yang membangunan infrastruktur gas
"Perizinan sudah didorong ke PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu). Siapa yang jadi sumbatan jangan diulangi. Sekarang kita punya pedagang gas, tapi nggak punya fasilitas itu harus kita bereskan," jelasnya.
Lanjut Sudirman, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) bersama PT Pertamina (Persero) akan menghubungkan pulau-pulau besar di Indonesiam dengan jaringan pipa gas di bawah laut (offshore) dan jaringan gas di darat (onshore).
Target ini harus terbangun dalam 5 tahun ke depan. Pemerintah akan memberikan dukungan stimulus kebijakan, agar proyek jaringan pipa gas bisa terwujud. Pemerintah juga menjamin pasokan gas untuk mendukung program pipanisasi.
"Saya tanya ke beliau 5 tahun apa bisa dibereskan. Beliau jawab bisa. Itu untuk koneksi seluruh nusantara. Pipeline darat dan laut ada jaringan gas termasuk angkutan LNG," jelasnya.
(feb/dnl)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com