Ini Bedanya Antara Penipuan Investasi di Kota dan Desa

Jakarta -Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat masih banyak investasi bodong yang beredar di masyarakat kota dan desa. Tercatat ada dua penyebab maraknya kasus investasi ini sehingga menambah daftar korban.

"Kalau kota-kota besar sering karena iming-iming yang tinggi dan kalau di desa itu lebih karena pengaruh tokoh yang dikagumi yang mengajak untuk berinvestasi," kata Dewan Komisioner OJK Kusumaningtuti S Soetiono pada acara seminar investasi di Hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa (15/4/2014)


Penyebab kasus ini memang berbeda, karena berdasarkan pengetahuan dan sisi budaya. Orang hidup di perkotaan, espektasinya tertingginya itu adalah soal imbal hasil yang besar. Sementara yang hidup di desa lebih kepada mengikuti orang yang dikaguminya.


"Kan kalau orang di kota ingin cepat kaya kalau di desa itu lebih kepada ingin seperti idolanya," imbuh Titu.


Menurutnya, langkah yang paling tepat adalah dengan memberikan edukasi kepada masyarakat sesuai dengan profilnya. Ia menilai masyarakat cenderung lupa. Sehingga baik itu dari sisi informasi harus terus diingatkan ke masyarakat.


"Caranya dari kita itu tentu yang bersifat preventif dan iklan secara terus menerus. Supaya masyarakat itu ingat. Masalahnya itu sering lupa. Kalau cuma diedukasi sekali itu sering lupa," jelasnya.


Secara total, Ia menuturkan laporan investasi bodong yang masuk ke OJK sampai dengan bulan Maret 2014 mencapai 238 perusahaan. Ini menurutnya akan terus meningkat.


"Banyak sekali memang. Sampai dengan bulan lalu sudah ada investasi yang tidak jelas itu sebanyak 238, dan itu terus meningkat dan banyak sekali modusnya," ujar Titu.


Itu tidak keseluruhan berada dalam ruang lingkup OJK. Namun juga ada pihak lain. Seperti Kementerian Koperasi dan UKM. Tindak lanjutnya pun dari setiap kasus diserahkan ke pihak-pihak terkait.


"Kalau misalnya itu ada soal koperasi ya kita teruskan ke Kementerian terkait. Jadi ada koordinasi untuk tindak lanjut," sebutnya.


(mkl/ang)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!