Ini yang Dikhawatirkan Petani Jika Kakao Impor Bebas Bea Masuk

Jakarta -Rencana pemerintah membebaskan bea masuk kakao impor ditolak oleh para petani. Alasan penolakan karena ada ketakutan petani bahwa harga kakao impor akan jauh lebih murah dan kualitasnya lebih baik daripada kakao lokal.

"Barang luar jauh lebih bagus dan murah daripada kita. Dia (kakao impor) fermentasi, petaninya ada aturan standar. Kalau nggak sesuai standar nggak boleh ekspor. Kita mana ada? Penuhi dulu aturan-aturan ini, buat fermentasi, mutu yang baik," ungkap Ketua Umum Asosiasi Kakao Indonesia (Askindo) Zulhefi Sikumbang usai berdiskusi terbatas tentang Kakao: Menembus Pasar Kakao Eropa di JIExpo Kemayoran Jakarta, Selasa (15/04/2014).


Ia sangat yakin kebijakan pembebasan bea masuk impor kakao akan menekan harga kakao di tingkat petani lokal. Apalagi dengan harga dan kualitas kakao yang jauh lebih baik membuat kakao lokal kalah bersaing.


"Apa yang terjadi kalau bea masuk kakao dinolkan? Kalau ini sampai terjadi, kakao petani lokal akan dinomorduakan, harganya akan ditekan sehingga petani tidak bernafsu lagi menanam kakao. Petani kita akan beralih ke sawit, karet, cengkeh, sama jagung," imbuhnya.


Bahkan bila kebijakan ini direalisasikan, para pelaku industri pengolahan kakao di dalam negeri semakin diuntungkan. Bahkan dampak negatifnya bisa jadi para pelaku industri melakukan tindakan nakal seperti menimbun pasokan kakao impor dalam jumlah besar.


"Kalau bea masuk kakao dinolkan, siapa pun lebih suka impor, mendapatkannya gampang, kualitasnya bagus lagi. Daripada ke lokal, susah mengumpulkannya. Yang saya khawatir, begitu keran impor dibuka, akan ada importir-importir buka gudang di Indonesia, mereka yang menyetok barang," jelasnya.


Ia juga mengatakan masih banyak para petani kakao di Indonesia memilih untuk mengekspor biji kakao di dalam negeri. Di tahun 2013 tercatat Indonesia masih mengekspor biji kakao mencapai 188.000 ton dari total produksi mencapai 620.000 ton. Padahal industri pengolahan kakao di dalam negeri sudah berkembang cukup pesat.Next


(wij/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!