Laju IHSG Terganjal Aksi Jual, Berakhir Stagnan

Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir stagnan padahal siang tadi hampir tembus 4.900. Aksi jual terhadap saham-saham unggulan menghambat penguatan indeks.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup stagnan di posisi Rp 11.430 per dolar AS sama seperti posisi pada penutupan perdagangan kemarin.


Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG naik 7,415 poin (0,15%) ke level 4.872,299 disokong aksi beli investor domestik yang belum puas berburu saham. Indeks semakin mendekati level 4.900.


Setelah IHSG naik cukup tinggi, laju penguatannya malah melambat. Indeks hanya mampu naik hingga ke titik tertingginya hari ini di 4.893,231.


Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG naik tipis 6,733 poin (0,14%) ke level 4871,617. Indeks belum mampu naik ke level 4.900, penguatannya keburu melambat gara-gara aksi jual di saham-saham komoditas.


Saham-saham yang sudah naik tinggi terkena aksi ambil untung yang dilakukan investor domestik, terutama saham-saham unggulan di sektor agri, tambang, konsumer, dan finansial.


Mengakhiri perdagangan, Selasa (15/4/2014), IHSG ditutup naik tipis 5,331 poin (0,11%) ke level 4.870,215. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat tipis 0,074 poin (0,01%) ke level 823,087.Next


(ang/dnl)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!