Wamenhub: Butuh 3-5 Tahun untuk Kembangkan Mobil Listrik

Jakarta -Industri mobil listrik dalam negeri masih belum berkembang. Padahal, beberapa produsen sudah membuat purwarupa (prototype) mobil ramah lingkungan ini. Diperkirakan pengembangan mobil listrik membutuhkan waktu 3-5 tahun untuk penetrasi pasar.

"Kalau kita dorong sama halnya dengan yang lain, itu bisa 3-5 tahun untuk masuk pasar. Setelah itu pasar akan merespons sebagaimana layaknya mobil komersial lainnya," kata Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono saat dihubungi detikFinance, Senin (14/4/2014).


Bambang mengatakan, Kementerian Perhubungan pada dasarnya mendukung pengembangan mobil ini karena sejalan dengan niat pemerintah mengurangi konsumsi energi dan menciptakan transportasi yang ramah lingkungan.


"Sebaiknya diberikan satu insentif khusus agar bisa dikembangkan dan dipasarkan di pasar Indonesia. Saya pribadi melihat potensinya ada ke depan," tambahnya.


Waktu yang dipakai untuk pengembangan mobil listrik harus dibarengi juga dengan penyediaan infrastukturnya. Maksud Bambang adalah semacam tempat pengisian daya listrik.


"Tidak hanya mobilnya, tapi infrastruktur lainnya. Tempat untuk men-charge, pemeliharaannya seperti apa. Itu paket di mana industri kendaraan listrik seperti ini didorong dan diberikan satu insentif supaya mereka bisa berkembang," papar Bambang.


Industri mobil listrik, menurut Bambang, diprediksi bisa berkembang di Indonesia. Di sejumlah negara maju, mobil listrik sudah berkembang dan bahkan menjadi city car yang umum digunakan masyarakat.


"Bagi golongan pemuda 20-30 tahun, mereka lebih peka soal lingkungan, lebih melihat kalau mobil itu nggak penuh polusi. City car itu kecil-kecil, berkembang di negara maju," tutupnya.


(hds/hds)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!