Seperti dikutip dari siaran pers, Selasa (28/10/2014), sampai dengan triwulan III-2014, perusahaan pelat merah itu membukukan Pendapatan Usaha (di luar Pendapatan Konstruksi) sebesar Rp 5,23 triliun, dengan volume transaksi sebesar Rp 972,13 juta kendaraan.
Pendapatan Usaha tersebut meningkat sebesar 16,3% dibandingkan periode yang sama tahun 2013 yang mencapai Rp 4,47 triliun.
Dari Pendapatan Usaha tersebut, Pendapatan Tol meningkat 14,9% menjadi Rp 4,85 triliun dari periode yang sama tahun lalu Rp 4,22 triliun.
Sedangkan Pendapatan Usaha Lainnya mengalami peningkatan cukup signifikan, yaitu naik sebesar 37,6% menjadi Rp 381,87 miliar dari triwulan III tahun lalu Rp 277,51 miliar.
Peningkatan pendapatan tol didukung oleh penambahan pengoperasian ruas baru Perseroan, yang terdiri dari Jalan Tol Semarang-Solo Ruas Ungaran-Bawen (12,3 km), Jalan Tol Bogor Outer Ring Road Seksi IIA Kedung Halang-Kedung Badak (2 km), dan Jalan Tol JORR W2 Utara (7,9 km).
Di tengah ekspansi pengembangan jalan tol yang sedang dilaksanakan oleh Perseroan, pertumbuhan EBITDA tetap mampu dijaga, meningkat hampir 9% dari EBITDA tahun lalu pada kurun waktu yang sama ( Rp 2,96 Triliun dibanding Rp 2,55 Triliun). Perseroan juga tetap mampu menjaga EBITDA margin sebesar 56%, yang relatif sama dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.Next
(ang/dnl)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!