Saya adalah buruh kecil yang penghasilan hanya Rp 1 juta per bulan. Adapun pengeluaran per bulan adalah sebagai berikut;
1. Cicilan utang selama 11 bulan sebesar Rp 350.000
2. Biaya makan selama 30 hari sekitar Rp 400.000
3. Aku ingin investasi reksa dana sebesar 10% dari gaji yaitu Rp 100.000. Sisanya aku tabung di celengan. Aku tidur di mess.
Bagaimana tanggapan Anda dan bagaimana agar hasil reksa dana bisa djadikan modal travel and tiketing? Terima kasih.
Jawaban:
Bapak Henki yang baik, pertama-tama Anda harus membuat perhitungan sisa arus kas setiap bulan dari penghasilan. Berdasarkan informasi yang bapak berikan, setiap bulan Anda memiliki sisa kas sebesar Rp. 250.000 yang dapat ditabung dan diinvestasikan. Jumlah ini cukup besar karena mencapai 25% dari penghasilan rutin Anda. Ada dua hal yang dapat Anda lakukan dengan sisa penghasilan ini.
Pertama, menabung. Anda tetap memerlukan dana darurat yang ditempatkan di tabungan biasa. Usahakan setiap bulan Anda menyetorkan dana sebesar Rp 100.000 ke tabungan terpisah dari rekening penampungan penerimaan gaji.
Kedua, investasi. Rencana finansial Anda berupa memiliki bisnis travel dan ticketing dapat diwujudkan dengan berinvestasi. Namun, selayaknya sebuah rencana finansial, Anda harus dapat mendefinisikan berapa jumlah modal awal untuk bisnis travel yang ingin dijalankan. Setelah itu, barulah Anda dapat menghitung sebetulnya berapa investasi setiap bulan yang harus dilakukan.
Saat ini, Anda bisa menggunakan Rp 150.000 dari sisa penghasilan untuk dibelikan produk investasi yaitu reksa dana. Apabila Anda tidak memiliki target kapan bisnis travel akan dijalankan, maka jenis reksa dana campuran atau reksa dana saham dapat diambil. Apabila saldo telah mencapai target, maka Anda bisa cairkan dan memulai bisnis impian.
(ang/ang)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!