Jakarta - Pembangunan jalan tol Akses Tanjung Priok sepanjang 12 km yang membentang dari Plumpang ke Kalibaru lalu diteruskan hingga Cilincing Jakarta Utara terkendala masalah lahan. Alhasil proyek yang ditargetkan tercapai akhir tahun 2014 ini harus molor menjadi akhir tahun 2015.
Padahal manfaat jalan tol ini cukup besar. Jalan tol dengan dana sepenuhnya berasal dari pinjaman JICA sebesar Rp 4 triliun dinilai mampu mengurai kepadatan lalu lintas terutama menumpuknya kendaraan besar (big truck) pengangkut kontainer.
Saat ini, progres pembangunan jalan tol sudah mencapai 60% dan sudah menghabiskan dana sebesar Rp 3,5 triliun. Jalan tol ini terbagi menjadi 5 seksi. Yaitu seksi E1 Rorotan-Cilincing (3,4 Km), E-2 Cilincing-Jampea (2,74 Km), E-2A Cilincing-Simpang Jampea (1,92 Km), NS Yos Sudarso-Simpang Jampea (2,24 Km), dan NS Direct (1,1 Km).
E1 sudah 100% dioperasikan, E2 65%, E2A 60%, NS link 87% dan NS direct baru 30%. Lalu mau tahu bagaimana sulitnya pemerintah membebaskan lahan? Yuk simak tarik ulur sulitnya pembebasan lahan seperti dikutip detikFinance, Kamis (14/08/2014).