Mengutip Reuters, Selasa (16/12/2014), harga minyak jenis Light Crude untuk pengiriman Desember 2014 adalah US$ 57,49/barel. Sementara minyak jenis Brent dihargai US$ 61,65/barel.
Belum lama ini, anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) berkumpul di Wina, Austria. Awalnya, pelaku pasar percaya, salah satu agenda pertemuan itu adalah memangkas produksi minyak yang bisa mendongkrak harga si emas hitam.
Namun nyatanya, OPEC memutuskan tetap mempertahankan produksi 30 juta batel/hari. Keputusan ini utamanya atas desakan Arab Saudi, produsen dan eksportir minyak terbesar di dunia.
Apakah motif Arab Saudi yang enggan menurunkan produksi minyak? Apakah Arab Saudi nyaman dengan harga minyak yang rendah?
Mohammad Bazzi, Guru Besar New York University, menilai keputusan ini tidak lepas dari pertimbangan politik. Dalam kolomnya di Reuters, Bazzi memaparkan pemikirannya.
"Presiden Venezuela mengatakan, apa sebabnya Amerika Serikat (AS), Arab Saudi, dan sekutunya ingin harga minyak rendah? Dia menjawab, tujuannya adalah 'menghajar' Rusia," kata Bazzi.Next
(hds/dnl)