Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) ESDM Susilo Siswoutomo mengungkapkan kartu BBM non tunai harusnya gratis, artinya masyarakat tidak akan dibebankan biaya tambahan seperti ada kewajiban dana deposit.
"Tapi bagi kalangan perbankan ingin kartu itu bayar, tidak gratis. Hal seperti ini yang belum sepakat," kata Seketaris BPH Migas, Djoko Siswanto dihubungi, Minggu (3/11/2013).
Djoko mengatakan kalangan perbankan menilai jika tidak dikenakan biaya maka masyarakat akan menganggap enteng kartu pembelian BBM subsidi non tunai.
"Pihak bank ingin ada deposit dalam kartu tersebut, agar tidak dianggap enteng masyarakat, kalau gratis tidak dijaga, hilang ya hilang tinggal minta lagi, ini bisa pemborosan karena biaya cetak kartunya tidak murah," ucapnya.
Ia menambahkan nantinya kartu BBM non tunai ini akan seperti kartu tiket KRL (Kereta Listrik).
"Di kartu KRL kan kita beli Rp 25.000 isinya Rp 15.000 yang bisa dipakai Rp 10.000 nya deposit, tidak hilang, tetap di kartu tersebut sebagai uang jaminan, nantinya kartu BBM non tunainya diusulkan seperti itu," tutup Djoko.
Saat ini pemerintah masih melakukan uji coba terkait sistem pembelian BBM non tunai ini. Ada 3 SPBU di Jakarta dan sekitar yang ditetapkan sebagai lokasi uji coba yakni SPBU Pondok Indah Jaksel, SPBU Fatmawati Jaksel dan Modernland Kota Tangerang.
(rrd/hen)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!