"Pertamina mengelola sektor energi termasuk migas. Meskipun migas saat ini sudah tidak lagi primadona," kata Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan dalam sambutannya di acara HUT Pertamina ke-56 tahun di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Selasa (10/12/2013).
Karen mengungkapkan, Indonesia memiliki primadona baru yakni memiliki potensi panas bumi (geothermal) yang terbesar di dunia. "Kita punya potensi geothermal masih menjadi yang terbesar di dunia. Kita juga perlu bersyukur dengan kekayaan yang dimiliki seperti emas, batubara, bauksit, nikel, dan berbagai hasil tambang yang berlimpah," ungkap Karen.
Karen menyebut, di balik potensi sumber daya alam yang dimiliki, Indonesia memiliki potensi yang jauh lebih besar lagi yakni sumber daya manusia.
"Sumber daya terbesar yang dimiliki Indonesia justru people (manusia). Dengan penduduk yang mencapai 270 juta jiwa, saat ini Indonesia sedang menikmati apa yang disebut dengan bonus demografi, yaitu kondisi di mana 60% penduduk Indonesia berada di usia di bawah 30 tahun," katanya.
"Usia yang sangat muda, produktif, dan segar diprediksikan kondisi ini terus memuncak sampai 2025. Sementara kita lihat di Eropa, Amerika Utara, Asia Timur, dan Australia. Negara di kawasan tersebut justru akan jadi angin, karena sebagian besar penduduknya akan masuk usia lanjut," ungkapnya.
Karen menambahkan, Indonesia juga memiliki ketahanan ekonomi meski diguncang berbagai isu domestik dan di tengah ekonomi global selama 3 tahun terakhir dengan mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi sebesar 6%.
"Jika tingkat pertumbuhan ini bisa dipertahankan dan ditingkatkan, sejumlah analis memprediksikan Indonesia menjadi 7th largest pada 2030. Maka wajar indonesia saat ini masuk jadi top 10 emerging countries," ujarnya.
Karen menegaskan dengan indeks daya saing tersebut, sudah tidak ada alasan lagi Indonesia tidak mendunia dan meningkatkan stratanya di pergaulan internasional.
"kita tentu berharap pertamina sebagai perusahaan internasional mampu mengawal indonesia menuju kesana. Oleh karena itu sebagai warga negara yang baik, sebagai insan Pertamina sudah sepatutnya kita menyumbangkan optimisme bahwa Indonesia bisa mendunia," tutupnya.
(rrd/dnl)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!