BRI Salurkan Pembiayaan Rp 26 Triliun di Sektor Perkebunan

Jakarta -PT Bank Rakyat Indonesia Tbk telah menyalurkan kredit di sektor perkebunan hingga Rp 26,4 triliun sampai September 2013 ini. BRI menganggap perkebunan sebagai primadona dalam percepatan pembangunan daerah terutama di perdesaan.

"Perkebunan dinilai mampu memberi dampak (baik langsung maupun tidak langsung) terhadap perekonomian masyarakat," kata Direktur BRI Randi Anto di sela-sela acara Peringatan Hari Perkebunan ke-56 di Semarang, Selasa (10/12/2013).


Kredit hingga Rp 26,4 triliun tersebut, dicairkan langsung kepada masyarakat, koperasi, perusahaan BUMN dan perusahaan swasta nasional.


"Dengan total luas lahan lebih dari 1.200.000 ha," ujar Randi.


Dijelaskan Randi, perkebunan terbukti mampu meningkatkan daya saing ekonomi negara. Sebagian besar hasil perkebunan merupakan komoditas ekspor yang sangat besar dalam menyumbang devisa negara, terutama komoditi kelapa sawit, yang merupakan komoditi andalan di luar sektor migas.


"Dan juga mampu meningkatkan penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian (khususnya perkebunan)," sambung Randi.


Randi menjelaskan, BRI menganut model pembiayaan luas pada berbagai strata masyarakat. Model ini dapat mengakomodir pembiayaan kepada petani untuk mendorong peningkatan produk Pertanian. Model ini diawali dari pembiayaan yang murni bersifat bantuan (direct cash assistance) melalui program CSR. Next


(dru/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!