Karen Bangga Pertamina Terbukti Mampu Kelola Proyek Besar

Jakarta -Produksi minyak Indonesia sampai saat ini belum optimal, hal tersebut juga dialami PT Pertamina (Persero). Meski demikian, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) migas tersebut mengklaim sudah mampu mencatat produksi tertinggi 200.000 barel per hari di 2013.

"Di sektor hulu terlepas masih belum optimal capai target produksi, Pertamina memberi beberapa catatan menarik yang patut diapresiasi, sepanjang sejarah mampu mencatat produksi tertinggi lebih dari 200.000 barel per hari terhitung pada April 2013," kata Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan di depan pegawainya dalam acara HUT Pertamina ke 56 Tahun di Kantor Pertamina Pusat, Selasa (10/12/2013).


Karen mengungkapkan selama 56 tahun Pertamina memproduksi minyak, perusahaannya telah membuktikan mampu mengelola proyek besar selama 10 tahun terakhir.


"Selama 56 tahun perusahaan ini berproduksi, basis resources kita, khususnya di EP (eksplorasi dan produksi) naik 4 kali lebih tinggi dibanding 5 tahun lalu. Selain itu kita membuktikan bahwa kita mampu me-manage proyek terbesar selama 1 dekade terakhir sehingga terlaksana, seperti lapangan Banyu Urip akan onstream pada 2014 nanti," ujarnya.


Karena menambahkan pada 2013 Pertamina juga mampu membuktikan mengambil alih dan mengelola blok-blok migas dan meningkatkan produksinya.


"Blok WMO mampu ditingkatkan produksinya dari 7.000 barel per hari (sebelum diambil alih) menjadi 23.000 barel per hari setelah diambil alih, kemudian Blok ONWJ sebelumnya 22.000 barel per hari menjadi 42.000 barel per hari," ungkapnya.


Selian itu PHE ONWJ juga mampu menanggulangi penurunan dasar laut atau subsidence anjungan 5 station.


"Ini menunjukkan bahwa kita mampu mengelola Blok Lepas Pantai. Selain itu, peningkatan 5 struktur anjungan secara bersamaan merupakan aplikasi teknologi terbaru dengan skala terbesar yang pertama di seluruh dunia," tegasnya.


Karen menambahkan Pertamina saat ini juga aktif melakukan akusisi blok migas yang biasa dan tidak biasa di dalam dan di luar negeri.


"Pertamina berhasil mengakusisi 2 aset di luar negeri yakni Blok 405 di Al-Jazair dan Blok West Tomasa di Irak. Bahkan memiliki aset di luar negeri adalah satu keniscayaan, kepemilikan atas aset ini akan memperkuat portofolio kita di kancah global," tutupnya.


(rrd/ang)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!