Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Fasli Jalal mengungkapkan, lonjakan penduduk tentunya membutuhkan tambahan lahan untuk tempat tinggal. Sayangnya, kemampuan bumi menopang kehidupan manusia sangat terbatas.
"Jika tingkat kelahiran antara 1,8-2,1% per tahun, maka pada 2050 jumlah penduduk dunia sudah 9,3 miliar. Diperlukan 3 bumi menampung seluruh penduduk dunia," ungkap Fasli di Ruang Auditorium LIPI, Jakarta, Senin (25/08/2014).
Fasli memaparkan, laju pertambahan penduduk dunia dari tahun ke tahun tumbuh dengan cepat. Pada abad ke-19, jumlah penduduk dunia sekitar 1 miliar. Selanjutnya untuk mencapai 2 miliar diperlukan waktu 130 tahun.
Kemudian pada 1959, penduduk dunia mencapai 4 miliar. Pada 2011, penduduk dunia telah mencapai 7 miliar.
"Dunia sedang berpikir keras bagaimana antisipasi percepatan penambahan penduduk. Bumi hanya bisa menampung 4 miliar penduduk, makanya sejak 2011 sudah ringkih," paparnya.
Fasli memproyeksi jika ini berlanjut, maka penduduk dunia pada tahun 2100 mencapai 15,8 miliar. Oleh karena itu pengendalian jumlah penduduk terus dilakukan yaitu menekan laju pertumbuhan penduduk hingga 10,1 miliar.
"Apabila diterapkan skenario penurunan fertilitas yang cepat mulai 2010 lalu, maka harapannya pada 2050 hanya diperlukan 1 bumi," cetusnya.
(wij/hds)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!