'Tol Laut' Jokowi Bikin Biaya Logistik RI Lebih Murah dari Thailand dan Vietnam

Jakarta -'Tol laut', ide yang dilontarkan presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi), dinilai sebagai kebijakan yang ampuh menurunkan biaya logistik. Bahkan jika tol laut ini terlaksana dengan baik, Indonesia bisa menyalip Thailand dan Filipina dalam hal efisiensi logistik.

Senator Nur Bahagia, Direktur Pusat Kajian Sistem Logistik ITB, mencatat biaya logistik Indonesia sekarang mencapai 24% dari produk domestik bruto (PDB). Artinya, 24% perekonomian nasional habis hanya untuk mengirim barang. Ini tentu tidak efisien.


Sementara di Thailand dan Vietnam, lanjut Senator, biaya logistiknya lebih rendah yaitu di kisaran 20-23% PDB.


"Dengan 'tol laut', 5 tahun yang akan datang biaya logistik Indonesia bisa turun sampai ke 18-19% dari GDP," tegasnya di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (23/9/2014).


'Tol laut' ide Jokowi bukanlah jalan tol seperti di darat, melainkan alur kapal besar yang berlayar dari ujung barat sampai ujung timur Indonesia dan sebaliknya. Ide ini sudah ada di naskah Masterplan Percapatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang diberi nama Pendulum Nusantara.


Menurut Senator, transportasi laut adalah yang paling tepat bagi Indonesia karena merupakan negara kepulauan. Transportasi laut dinilainya lebih efisien dibandingkan dengan darat ataupun udara.


"Kalau untuk Indonesia memang harus digenjot di lautnya. Karena kalau mau murah untuk jarak jauh ya laut," terangnya.


Senator menambahkan, untuk truk hanya mampu untuk menempuh batas efisiensi sampai 400 km. Kemudian jarak 400-600 km adalah kereta api. Sedangkan di atas 600 km, transportasi laut lah yang lebih murah


"Kalau di atas 600 km itu laut menjadi lebih murah. Makanya lebih menguntungkan melalui laut," tukasnya.


(mkl/hds)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!