Bagaimana respons PT Pertamina (Persero)?
Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Bambang mengatakan, pihaknya setuju dengan rekomendasi tersebut. Namun, penghentian impor RON 88 harus bertahap.
"Saya setuju. Namun sesuai rekomendasi, juga dilakukan bertahap sesuai dengan kesiapan Pertamina," ucap Bambang kepada detikFinance, Senin (22/12/2014).
Tim Reformasi Tata Kelola Migas memang memberikan waktu paling lama 5 bulan sejak rekomendasi diterbitkan kepada Pertamina untuk menghentikan seluruh impor RON 88. Pasalnya, hanya Indonesia atau Pertamina saja yang masih menggunakan RON 88 di dunia ini. Sehingga diduga ada permainan kartel dalam penentuan harga RON 88.
"Karena sebagian besar produksi kilang Pertamina saat ini adalah Premium," tutur Bambang.
(rrd/hds)