Laju nilai tukar Rupiah kembali melemah seiring dengan berbalik positifnya nilai US$. Beredarnya perkiraan akan membaiknya rilis data-data AS membuat laju US$ kembali mengalami peningkatan. Terutama untuk rilis data GDP AS yang akan diperkirakan akan meningkat. Adanya ekspektasi tersebut membuat pelaku pasar kembali mentransaksikan US$ dan tentu saja nilianya menguat. Di sisi lain sebaliknya, adanya ekspektasi rilis data-data ekonomi Inggris masih melambat membuat laju Pounds melemah dan merembet pada kurangnya potensi kenaikan lanjutan Rupiah. Laju Rupiah berada di bawah target level support 12.475. Laju Rupiah kembali melemah seiring berbalik naiknya US$. Masih adanya imbas dari rilis data-data ekonomi AS yang kian naik membuat sentimen negatif masih akan menyelimuti sehingga waspadai potensi pelemahan lanjutan.. Rp 12.468-12.448 (kurs tengah BI).
Belum stabilnya pergerakan harga kontrak komoditas membuat laju harga saham Asia yang bergerak di sektor tersebut mengalami pelemahan dan berimbas pada laju bursa saham Asia yang hampir mayoritas terlihat melemah. Pelemahan tersebut juga didukung oleh aksi jual setelah memanfaatkan pelemahan harga sebelumnya.
Ikut menguatnya saham-saham ritel dan supermarket mampu mempertahankan penguatan laju bursa saham Eropa. Positifnya laju harga saham Tesco Plc. dan Weir Group Plc. serta didukung saham-saham ritel lainnya memberikan dukungan bagi berlanjutnya laju positif bursa saham Eropa. Bahkan rilis positif dari kenaikan GDP Perancis dan retail sales Italia serta dibarengi beredarnya perkiraan akan membaiknya rilis data-data ekonomi AS memberikan sentimen positif bagi laju bursa saham Eropa. Bahkan rilis masih adanya perlambatan pada kondisi makro Iggris, tidak halangi laju positif bursa saham Eropa.
Rilis positif chain store sales, redbook, house price index, new home sales, dan GDP growth rate AS memberikan sentimen positif pada laju bursa saham AS sehingga dapat melanjutkan laju nya di zona hijau. Meski beberapa data lainnya ada yang mencatatkan pelemahan namun, dapat tertutupi oleh rilis data-data di atas.
Pada perdagangan Rabu (24/12) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 5120-5129 dan resisten 5155-5164. Gravestone doji di area middle bollinger band (MBB ). MACD kembali mencoba membentuk golden cross meski terbatas dengan histogram negatif yang mendatar. RSI, Stochastic, dan William’s %R kembali berbalik naik tipis. Laju IHSG sempat masuk area target resisten (5144-5168) meski gagal bertahan dan juga mampu bertahan di atas target support (5108-5116). Meski aksi jual mulai berkurang namun, tetap saja masih ada sehingga masih menyimpan potensi pelemahan. Apalagi utang gap terdekat 5113-5127 belum tertutupi. Diharapkan laju bursa saham global dapat membantu penguatan IHSG jelang libur Natal.
(ang/ang)
