Dolar AS Tembus Rp 13.000, Ongkos Haji dan Umrah Makin Mahal

Jakarta -Penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah masih terjadi hingga menembus Rp 13.000. Dolar AS yang makin tinggi ini ternyata tidak menyurutkan niat masyarakat untuk pergi ke tanah suci.

Hal ini terbukti dari Bisnis travel haji dan umrah tetap ramai. Padahal ongkos naik haji dan umrah makin mahal gara-gara dolar AS melambung.


"Semenjak dolar AS naik kita tetap lancar saja, enggak pengaruh," ujar Sandra, Staff Administrasi Anata Tour & Travel saat disambangi detikFinance di Jalan Letjen Suprapto No.22 C-D, Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2015).


Sandra menjelaskan, niat masyarakat untuk umrah ke tanah suci tidak dipengaruhi oleh pergerakan dolar AS yang terus menguat.


Biasanya, kata dia, masyarakat sudah jauh-jauh hari mempersiapkan segala kebutuhan umrah termasuk tiket pesawat.


"Mereka kan biasanya sudah planning jauh-jauh hari, jadi dolar AS mahal juga nggak berpengaruh," ucap dia.


Sandra menyebutkan, untuk sekali perjalan umroh reguler dengan waktu 9 hari biayanya dipatok di harga US$ 1.750. Umrah reguler ini difasilitasi menggunakan hotel bintang 3 untuk menginap dan 3 kali makan masakan Indonesia dalam sehari.Next


(drk/ang)

Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com

Informasi pemasangan iklan

hubungi : sales[at]detik.com