Biaya Membangun Terowongan 'Raksasa' di Jakarta Rp 26 Triliun

Jakarta - Pemerintah pusat tengah mengkaji konsep proyek multi purpose deep tunnel atau terowongan 'raksasa' di DKI Jakarta. Bercermin dari negara lain yang telah memiliki proyek ini, pemerintah memperkirakan konstruksi proyek ini akan memakan investasi hingga Rp 26 triliun.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Muhammad Hasan usai menggelar rapat internal membahas proyek deep tunnel di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Senin (4/3/2013).


"Kita pakai teknologi Tunnel Boor Machine, kita mengggunakan asumsi harga itu berdasarkan proyek di luar, di Korea, jatuhnya itu Rp 26,5 triliun sepanjang 26 km, jadi untuk 1 Km Rp 1 triliun," kata Hasan.


Jumlah ini lebih mahal dari jumlah yang diperkirakan oleh Gubernur DKI Jokowi yaitu Rp 16 triliun beberapa waktu lalu. Namun Hasan menyebutkan, itu hanya biaya konstruksi, belum termasuk biaya operasional dan perawatan yang dilakukan jika proyek ini sudah beroperasi. "Itu konstruksi ya," katanya.


Hasan menjelaskan pemerintah masih mengkaji besaran dana tersebut, karena di Singapura yang telah memiliki proyek yang sama yang disebut Deep Tunnel Severage System (DTSS), dengan dana yang sama bisa membuat terowongan berdiameter lebih besar.


"Kita diameter 12 meter. Tapi di Singapura dengan harga yang sama bisa mendapatkan diameter yang lebih besar, yaitu 19 meter, benefitnya lebih besar," katanya.


Hasan mengungkapkan, total proyek ini akan membentang sepanjang 26 km dari Balai Kambang (Condet Jakarta Timur) hingga Pluit (Jakarta Utara), yang akan terdiri atas terowongan sepanjang 23 Km, dan jalan penunjang akses sepanjang 3 Km.


(zul/hen)