Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, proyek MRT dibuat melayang karena lebih menghemat biaya, sehingga tiket yang dikenakan ke masyarakat nanti bisa lebh murah.
"Lah itu kan memang sudah perencanaan, sudah final. Kalau itu yang layangnya dimasukkan ke bawah tanah biayanya lipat 2 kali kemudian nanti tarif untuk tiketnya yang harusnya Rp 10 ribu jadi Rp 20 ribu siapa yang dirugikan, ya nggak? Logikanya ke sana, kalkulasinya ke sana," ujar Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Senin (6/5/2013).
Menurut Jokowi, kebijakan jalur melayang dari Lebak Bulus ke Bundaran Senayan bukan karena ada kepentingan lain. Ini semata-mata karena biayanya lebih efisien, sehingga tarif yang dikenakan ke masyarakat bisa lebih murah.
Sebelumnya, proyek MRT melayang ini diprotes oleh warga di sekitar jalan Fatmawati. Mereka khawatir rute melayang MRT bakal mematikan sektor bisnis di sepanjang jalan tersebut.
(dnl/hen)