Ia tetap optimistis walaupun kondisi perekonomian global sedang melemah. Menurutnya investasi akan tetap tumbuh 15% di tahun depan.
"Rp 450 triliun untuk sepanjang tahun 2014 bisa, tumbuh 15%. Kalau tahun ini sudah mencapai 75% dari target yang sebesar Rp 390 triliun. Tahun depan naik 15% itu bisa tercapai," kata Mahendra dalam paparan Realisasi Investasi Triwulan III di Kantor BKPM, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (23/10/2013).
Mantan Wakil Menteri Keuangan ini mengungkapkan, pemerintah akan melakukan langkah-langkah strategis untuk menarik lebih banyak lagi investasi ke Indonesia. Di antaranya adalah dengan mempercepat proses perizinan investasi.
"Mempercepat proses perizinan dan prosedur investasi, mulai pemasangan listrik, telepon, air untuk perusahaan baru yang lebih cepat," katanya.
Mahendra mengatakan itu sejalan dengan program pemerintah dalam mewujudkan ease of doing business atau kemudahan berbisnis di Indonesia. Dalam waktu dekat, proses percepatan tersebut akan dilakukan.
"Itu akan diumumkan dalam arti langkah konkretnya dan target selesainya yang spesifik dalam bulan ke depan. Itu antara lain langkah konkret yang akan kami perbaiki terus. Ini ease of doing business," katanya.
(zul/hen)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!