Kepala Perwakilan BPK DKI Jakarta Blucer W Rajagukguk mengatakan, saat ini ada beberapa persoalan di tubuh BUMD salah satunya persoalan penyelewengan dana anggaran. Imbasnya adalah turunnya kredibilitas BUMD tersebut.
"Kita ingin punya yang seperti Temasek. Kita pengin pengelolaan BUMD ini lebih profesional," kata Blucer saat acara konferensi pers di BPKP Provinsi DKI Jakarta, Jalan MT Haryono, Jakarta, Senin (4/11/2013).
Selain itu Blucer mengatakan, BUMD di Indonesia khususnya di DKI Jakarta dalam menjalankan fungsinya masih bersifat sektoral. Semestinya, lanjut Blucer, meski berada di daerah, tak ada salahnya BUMD ini berkembang ke provinsi lain, bahkan lintas negara.
"Artinya go international, punya nama baik. Orang lain percaya bahwa dia kredibel, yang masyarakat juga percaya. Kita masih belum, kelasnya sektoral keluar provinsi saja belum. Pengelolaan ini sudah internasional belum," papar Blucer.
Ditambahkan Blucer, semua pemangku kepentingan harus berkoordinasi untuk mengembangkan perusahaan-perusahaan milik pemerintah daerah. Tujuannya, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kredibilitas BUMD Indonesia di mata internasional.
"Kita harus sinergi, semua di negara ini kalau nggak sinergi nggak bisa," tutupnya.
(zul/rrd)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!