Serangan Terhadap Paramedis di China Makin Parah

Beijing -November baru saja tiba. Tapi rumah sakit umum terbesar di Wenling, Provinsi Zhejiang, itu lumpuh. Alih-alih bekerja, paramedis, dokter, dan staf rumah sakit turun ke jalan melancarkan protes.

Aksi itu rupanya dipicu tindakan kekerasan yang dilakukan seorang pasien beberapa hari sebelumnya. Sebanyak tiga dokter ditikam. Seorang di antaranya tewas.


Rumah sakit di China kini sedang menghadapi peperangan baru. Bukan hanya melawan penyakit yang makin berbahaya, tapi juga sedang 'bertempur' melawan pasien.


Kalau kalimat di atas terasa ekstrim, mari mencermati data dari ikatan dokter China berikut. Staf medis diserang pasien rata-rata satu kali setiap dua pekan di setiap rumah sakit di China.


Pada dua pekan terakhir ada enam kasus serius, termasuk di Provinsi Guangdong pada 21 oktober yang lalu. Saat itu Dokter Xiong Xuming dipukuli keluarga pasiennya gara-gara melarang mereka masuk ruang ICU. Tubuh Dr Xuming terluka parah dan matanya rusak.


Lalu empat hari kemudian terjadilah tragedi di Provinsi Zhejiang itu. Dr. Wang Yunjie ditikam sampai mati oleh pasiennya sendiri. Si pasien berusia 33 tahun itu tak gembira dengan hasil operasi hidungnya.


Sebanyak lebih dari 1.000 orang menghadiri pemakaman Dr. Yunjie. Selain menyatakan rasa duka, mereka juga melancarkan unjuk rasa menyerukan pemerintah mengambil langkah cepat mengatasi kasus itu. Next


(DES/DES)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!