Moskow -Bank Sentral Rusia menaikkan suku bunga acuan menjadi 17% dari 10,5% pagi ini. Langkah darurat ini dilakukan karena mata uang ruble dan harga minyak yang anjlok, serta sanksi ekonomi dari Barat yang mengancam terjadinya resesi ekonomi.
(dnl/hds)
Karena kebijakan ini, nilai tukar ruble menguat tajam, dari sebelumnya yang anjlok paling dalam sejak 1998.
"Keputusan ini bertujuan untuk membatasi depresiasi ruble dan menahan risiko inflasi," demikian pernyataan bank sentral Rusia dilansir dari Reuters, Selasa (16/12/2014).
Bank sentral juga menaikkan batas volume repo surat berharga dalam mata uang asing untuk jangka waktu 28 hari, dari US$ 1,5 miliar menjadi US$ 5 miliar.
Prospek ekonomi Rusia memang tidak bagus sejak pertengahan tahun ini. Banyak modal asing yang keluar, karena sanksi ekonomi yang diterapkan Amerika Serikat (AS) dan Eropa Barat.
(dnl/hds)