"Guncangan ekonomi merupakan hal yang wajar bagi setiap negara. Tapi kami percaya diri, guncangan ekonomi itu hanya sementara karena Rusia punya potensi ekonomi yang kuat," tegas Galuzin di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (22/12/2014).
Rusia, lanjut Galuzin, punya modal yang cukup untuk bangkit. "Kami punya sumber daya, industri, sains yang potensial, serta SDM yang terdidik dan terlatih," tuturnya.
Menurut Galuzin, masih banyak negara yang punya hubungan dagang strategis dengan Rusia. Ini terutama untuk sumber daya alam seperti migas.
"Seperti contohnya banyak negara yang sangat bergantung dengan ekspor migas Rusia. Migas sangat berperan dalam menstabilkan ekonomi rusia," jelasnya.
Untuk sisi ilmu pengetahuan dan sumber daya manusia, Galuzin menyebutkan negaranya unggul dalam bidang antariksa. "Kami juga memiliki peran besar dalam ekonomi dunia, seperti dalam bidang ruang angkasa," sebutnya.
Rusia, tambah Galuzin, juga berpengalaman dalam pengelolaan nuklir. Sejumlah negara, misalnya India, telah menjalin kerja sama soal nuklir dengan Rusia.
"Kami bekerja sama dengan India untuk membangun 10-20 lagi pembangkit nuklir di India. Artinya, kami punya potensi dalam bidang energi dan bangkit dari goncangan ekonomi," papar Gazulin.
Ia menambahkan, sesuai dengan pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin beberapa waktu lalu, kondisi sekarang adalah kesempatan untuk mereformasi ekonomi Rusia.
"Sesuai dengan pidato Presiden Putin, beliau meyakinkan bahwa perekonomian Rusia baik-baik saja. Ini menjadi kesempatan untuk mereformasi ekonomi," ucapnya.
(mkl/hds)