Menutup perdagangan awal pekan, Senin (22/12/2014), IHSG turun 18,849 poin (0,37%) ke level 5.125,772. Sementara Indeks LQ45 melemah 2,941 poin (0,33%) ke level 883,131.
Wall Street menguat empat hari berturut-turut. Indeks Dow Jones dan S&P 500 berhasil cetak rekor baru berkat penguatan saham-saham teknologi.
Pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, Indeks Dow Jones naik 154,64 poin (0,87%) ke level 17.959,44, Indeks S&P 500 bertambah ke level 7.89 poin (0,38%) ke level 2.078,54 dan Indeks Komposit Nasdaq tumbuh 16,04 poin (0,34%) ke level 4.781,42.
Hari ini IHSG diperkirakan masih bisa melanjutkan penguatan dibantu oleh naiknya bursa global dan regional. Jelang hari Natal diprediksi perdagangan berjalan sepi.
Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:
- Indeks Hang Seng melonjak 291,94 poin (1,26%) ke level 23.408,57.
- Indeks Straits Times naik 9,61 poin (0,29%) ke level 3.340,57.
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Woori Korindo Securities
Tepat di peringatan Hari Ibu di awal pekan, laju IHSG yang semula masih dapat melaju di zona hijau secara berangsur mulai melemah dan berakhir di zona merah. Tampaknya laju IHSG tidak jauh berbeda dengan ulasan kami sebelumnya dimana Meski masih ada ruang untuk kembali melanjutkan penguatan namun, potensi tersebut dapat terganggu jika volume jual mulai membesar dibandingkan volume beli seiring keinginan untuk profit taking. Tampaknya pelaku pasar masih memanfaatkan tren kenaikan untuk pasang maupun antri jual. Sepanjang tidak dimanfaatkan untuk selloff maka laju IHSG dapat berpotensi menguat kembali. Terpantau bahwa volume jual masih cukup besar sehingga potensi penguatan lanjutan menjadi berkurang. Tidak banyak saham-saham big caps yang masuk jajaran top gainer karena banyak yang terkena aksi jual. Meski tercatat melemah namun, masih ada perlawanan dari volume beli sehingga gagal menutup utang gap 5113-5127. Begitu pun dengan laju bursa saham Asia yang masih dapat positif turut menahan pelemahan IHSG lebih dalam. Adapun transaksi asing tercatat nett sell (dari net sell Rp 1,9 triliun menjadi net sell Rp 357 miliar).Next (ang/ang)