Bobby Hamzar Rafinus, Deputi Bidang Koordinasi Fiskal dan Moneter menjelaskan paparan yang disampaikan oleh Menteri Sofyan adalah seputar kebijakan pemerintah dalam lima tahun. Yaitu untuk menuju pertumbuhan ekonomi yang tinggi.
"Pemerintah menyampaikan kebijakan-kebijakan prioritas untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Cara mencapainya adalah dengan good policy," ungkapnya di kantor Kemenko Perekonomian, Selasa (23/12/2014)
Sedangkan dari Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menjelaskan kondisi ekonomi secara global dan domestik. Termasuk perihal gejolak nilai tukar yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
"Beliau menyampaikan bahwa gejolak rupiah kemaren lebih dikarenakan faktor eksternal. Kemudian disampaikan juga soal APBN 2015. Bagaimana kita sudah menurunkan anggaran belanja subsidi dan menaikan anggaran belanja infrastruktur dan pendidikan," jelasnya.
Untuk pihak broker juga diberikan kesempatan menanyakan atau memberi saran kepada pemerintah. Kecenderungan yang disampaikan tadi adalah persoalan beberapa aturan pasar modal dan perpajakan.
"Pelaku pasar modal sendiri menyampaikan seperti kondisi mereka yang sedikit sulit leluasa untuk berkembang seperti pajak dan ketentuan pasar modal itu sendiri," terang Bobby.
Inti dari acara ini adalah untuk menjalin komunikasi yang baik antara pemerintah dengan para pelaku pasar modal. Meskipun tidak ada kesepakatan, tapi penjelasan secara langsung dengan pelaku adalah hal yang tepat.
"Forum seperti ini akan terus digiatkan untuk mendapat feedback dari pelaku usaha," tukasnya.
(mkl/ang)