Mandiri Sekuritas: IHSG Berpotensi Lanjutkan Kenaikan

Jakarta -Pasar saham America Serikat (AS) akhir pekan lalu ditutup terkoreksi. Indeks Dow Jones Industrial Avg melemah sebesar -1,45%, sedangkan indeks S&P500 turun sebesar -1,30%.

Dari pasar Asia, pergerakan indeks utama regional pagi ini variatif. Indeks Nikkei 225 (Jepang) melemah sebesar -1,16%, sedangkan indeks KOSPI Composite (Korea Selatan) menguat +0,15%.


Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas mengalami apresiasi. Harga minyak mentah WTI naik +7,26% ke level US$48,99 per barel, sedangkan harga emas Comex menguat +1% ke posisi US$1.279,20 per troy ounce.


Dari dalam negeri, Kami memprediksi inflasi Januari akan mengalami kenaikan 0,24% (MoM), atau lebih rendah daripada rerata Januari 2010-2013 yang sebesar 0,7%. Posisi itu akan membuat inflasi tahunan melambat menjadi 7,5% dari 8,4% pada Desember 2014.


Sebagai perbandingan, prediksi konsensus untuk inflasi adalah 0,28% MoM dan 7,5% YoY. Sementara neraca perdagangan Desember 2014 kami perkirakan dapat membukukan surplus US$110 juta, dari defisit US$426 juta pada bulan sebelumnya (prediksi konsensus: surplus US$217 juta).


Analis Teknikal Mandiri Sekuritas sendiri mengungkapkan jika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan kenaikan. Pada perdagangan hari ini, IHSG akan bergerak di kisaran support 5.254 dan resistance 5.325.


(ang/ang)

Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com

Informasi pemasangan iklan

hubungi : sales[at]detik.com