Ada Proyek MRT, Harga Tanah di Lebak Bulus Hingga Bundaran HI Naik 10%

Jakarta - Rencana Pemda DKI Jakarta membangun proyek Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta Tahap I dari Lebak Bulus hingga Bundaran Hotel Indonesia (HI) diyakini bisa mendongkrak harga tanah di wilayah tersebut sedikitnya 5%-10%.

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengatakan adanya proyek infrastruktur seperti MRT pastinya akan menaikkan harga jual tanah di kawasan itu.


"Secara nilai pasti akan naik. Tapi kenaikannya tidak terlalu tinggi sekitar 5-10%. Itu tergantung proyek ini beneran jalan atau nggak dan sambil menunggu sesuai kemauan masyarakat tidak," kata Ali saat dihubungi detikFinance, di Jakarta, Senin (6/5/2013).


Ia menjelaskan, berdasarkan pengalaman, harga tanah akan mengalami kenaikan signifikan jika di suatu tempat terdapat pembangunan infrastruktur. Namun, pembangunan tersebut harus dibarengi dengan realisasinya.


"Kalau melihat pengalaman seperti awal pembangunan busway dulu, itu ada lonjakan harga tanah di kawasan yang dilalui, namun kemudian turun lagi karena busway-nya kan nggak sesuai," ujarnya.


Di samping itu, harga tanah di Indonesia saat ini memang terus mengalami lonjakan mengikuti kenaikan pembangunan properti yang semakin meluas. "Saat ini harga tanah naik, 2 tahun terakhir properti naiknya gila-gilaan. Apalagi kalau ada pembangunan MRT, itu pasti mempengaruhi harga tanah," kata Ali.


(hen/hen)