"Tidak mudah saling transfer apalagi transfer untuk hal-hal yang sederhana, dulu tidak bisa antar prinsipal. Itu sudah berlangsung puluhan tahun, tapi setelah ketemu prosesnya mungkin hanya 5 menit," kata Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution usai acara konferensi pers, di Gedung BI, Jakarta, Senin (6/5/2013).
Dia mengatakan, pihaknya menggandeng 3 prinsipal dalam kerjasama tersebut yaitu PT Artajasa Pembayaran Elektronis (ATM Bersama), PT Rintis Sejahtera (ATM Prima), dan PT Alto Network (ALTO).
"Nah hari ini kita bertindak lebih jauh, ada koneksi antara 3 prinsipal ini. Jadi orang enggak perlu pegang banyak kartu, hanya satu kartu," katanya.
Darmin menjelaskan, dengan adanya layanan transfer antar prinsipal ini, diharapkan bank-bank terkait bisa saling mengisi dan bekerjasama dengan baik untuk memberikan kemudahan layanan bagi nasabahnya.
"Jad ini saling mendukung dan bisa saling mengisi," katanya.
Hal yang sama diungkapkan Deputi Gubernur BI Ronald Waas. Menurutnya, hadirnya layanan transfer antar prinsipal ini akan memberikan kemudahan dan keamanan transaksi bagi penggunanya.
"Ini langkah pertama dari terinterkoneksinya infrastruktur itu. Sistem pembayaran aman,lancar dan melindungi konsumen, enggak akan sampai kesana kalau infrstrukturnya terkotak-kotak, karena itu kita mulai langkah ini," kata dia.
(dru/dru)