Menteri ESDM Jero Wacik menyatakan, rencana pembelian BLT sebagai kompensasi kenaikan harga BBM subsidi kepada orang miskin, tidak bersifat politis, meski menjelang tahun politik 2014.
"Kalau memang dicurigai BLT itu bermuatan politik, bareng-barenglah menyerahkan kalau perlu semua bendera partai kita kibarkan. Jadi inilah persembahan dari semua Parpol," ujar Jero di Istana Negara, Jakarta, Senin (6/5/2013).
Dikatakan Jero, tindakan pemerintah memberi kompensasi berupa BLT, beasiswa miskin, beras miskin (raskin), dan beberapa hal lain bukanlah tindakan politis.
"Saya bantah ini bukan politik praktis, politik partai, tetapi inilah untuk melindungi masyarakat miskin. Kalau nanti saya mengajak anggota dewan ini bukan politik karena ada kenaikan BBM pasti ada dampak kepada yang miskin. Mari bersama-sama kita tanggulangi ini, karena kan anggota DPR juga dipilih rakyat, jadi kita sama-sama jaga ini," tutur Jero.
Rencananya apabila jadi, maka BLT akan disebar melalui Kantor Pos seperti pengucuran BLT terdahulu. Pemerintah mengaku sudah mempunyai data masyarakat yang berhak mendapatkan BLT. Jero belum berani menyebut kisaran BLT yang akan diberikan kepada orang miskin, karena masih akan dibahas di DPR.
(dnl/hen)