Diharapkan monorel bandara ini, selesai awal 2015 atau sejalan dengan selesainya pembangunan KRL tujuan Bandara Soetta-Sudirman Baru. Proyek ini digadang-gadang meniru sistem transportasi internal bandara kelas dunia seperti fasilitas Skytrain di Bandara Changi, Singapura.
"Tahun ini rencananya mulai dibangun, dan ditargetkan mulai beroperasi awal 2015," kata Direktur Utama Angkasa Pura II Tri S Sunoko di Madiun Jawa Timur, Senin (6/5/2013).
Monorel dengan konsep people mover ini, akan mengangkut penumpang dan karyawan yang bekerja di Terminal 1 hingga Terminal 3. Kapasitas satu kereta monorel, bisa mengangkut hingga 100 orang. Setiap satu rangkaian monorel, didukung oleh 2 kereta.
Moda transportasi ini, akan diberikan secara gratis melayani Terminal 1 hingga Terminal 3. Diharapkan dengan adanya monorel tersebut, pelayanan para penumpang di Bandara Soekarno-Hatta dapat ditingkatkan.
"Monorel kita lebih kecil daripada monorel Jabodetabek. Kita gunakan monorel tipe 2," sebutnya.
Untuk nilai investasi pembangunan monorel tersebut, Tri enggan menyebutkannya karena masih dalam tahap Memorandum of Understanding (MoU). "Investasi sudah termasuk dalam pengembangan grand design Bandara Soekarno-Hatta sebesar Rp 26,2 triliun," ujarnya.
(feb/hen)