Acara ini dihadiri sedikitnya 400 investor baik lokal maupun asing. Tak hanya itu, para menteri dan direksi sejumlah lembaga keuangan pun ikut hadir.
Direktur Utama Mandiri Budi Gunadi Sadikin mengatakan, Indonesia saat ini memang masih terimbas oleh kelesuan ekonomi global, ditandai dengan pertumbuhan ekonomi yang tidak begitu tinggi, hanya diprediksi di kisaran 5-5,5% tahun ini.
Namun, menurut Budi, kelesuan ekonomi saat ini masih lebih baik, dibanding krisis ekonomi yang dialami Indonesia pada 1998-1999, maupun di 2008 silam.
"Indonesia merupakan negara yang punya volatilitas tinggi. Indonesia sudah mengalami banyak krisis seperti di tahun 1998-1999, 2005, 2008, dan kini 2013. Sekarang masih lebih baik dari 2008. Tahun ini merupakan mini krisis," ujar Budi saat membuka acara Mandiri Investment Forum 2013 di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Senin (11/11/2013).
Dia menjelaskan, meskipun sempat beberapa kali mengalami krisis ekonomi, namun perekonomian Indonesia masih bisa bangkit. Seperti halnya sektor perbankan yang masih terus menggeliat di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.
"Kita punya banyak perbankan dan regulator. Meskipun krisis kita masih bisa bertahan. Saya mau mengatakan bahwa Indonesia bisa belajar dari krisis ekonomi yang lalu-lalu. Kita tahu kondisi kita sedang tidak bagus saat ini," kata Budi.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah soal naik turunnya rupiah. Budi mengatakan, pelemahan rupiah saat ini merupakan indikasi dari volatilitas ekonomi Indonesia.
"Di 2013 rupiah masih naik turun. Kita masih harus terus jaga ini," tandasnya.
Hadir dalam acara ini Menteri BUMN Dahlan Iskan, Menteri Keuangan Chatib Basri, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D. Hadad, Profesor of Economics New York University Nouriel Roubini, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, dan lain-lain.
(drk/dnl)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!