Direktur Commercial Banking dan Syariah CIMB Niaga Handoyo Soebali mengatakan, kenaikan laba didorong oleh peningkatan penyaluran pembiayaan sebesar 16% menjadi Rp 7,10 triliun per 30 September 2013, dari posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp 6,13 triliun.
Dari total penyaluran pembiayaan produk Syariah di CIMB Niaga, pembiayaan konsumer memberikan kontribusi terbesar yakni 49%, menyusul komersial sebesar 37%, korporasi sebesar 10%, dan Small Medium Micro Enterprise (SMME) sebesar 4%.
"Pembiayaan konsumer masih terus memberikan kontribusi positif terhadap total pembiayaan Syariah CIMB Niaga, khususnya dari sejumlah bisnis seperti Pembiayaan Kepemilikan Rumah (PKR iB), Pembiayaan Kepemilikan Mobil (PKM iB), dan bisnis kartu pembiayaan syariah (CIMB Niaga Syariah Gold Card)," terang Handoyo dalam siaran pers, Kamis (7/11/2013).
Pembiayaan Kepemilikan Rumah iB tercatat tumbuh 16% menjadi Rp 1,31 triliun, dari posisi yang sama tahun 2012 sebesar Rp 1,13 triliun. Sementara, Pembiayaan Kepemilikan Mobil iB meningkat menjadi sebesar Rp 3,23 triliun, tumbuh 22% dari posisi yang sama tahun 2012 sebesar Rp 2,64 triliun. Adapun portofolio pembiayaan CIMB Niaga Syariah Gold Card tercatat sebesar Rp 61 miliar, tumbuh 47%, dengan jumlah pemegang kartu 71.772 nasabah atau tumbuh 42%.
Dari sisi dana pihak ketiga (DPK), lanjut Handoyo, CIMB Niaga Syariah berhasil menghimpun DPK Rp 6,86 triliun, atau tumbuh 26%.
(dnl/dru)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!