"Peta keuangan masyarakat Indonesia. Itu sudah kita teliti. Jelas terbukti pengetahuan keuangan kita itu masih terbatas. Tingkatnya melek keuangan Indonesia masih rendah," ungkap Muliaman dalam seminar mekanisme penyelesaian sengketa di sektor jasa keuangan di Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (7/11/2013)
Maka dari itu, menurut Muliaman perlunya edukasi dilakukan sebanyak mungkin untuk masyarakat. Tujuannya agar pengetahuan soal keuangan semakin bertambah.
"Sebagai bagian dari uapaya pencegahan ini, bagaimana strategi untuk edukasi agar melek keuangan itu bisa terjadi," jelasnya
Saat pengetahuan keuangan itu ada, maka baru bisa berlanjut ke akses keuangan. Karena menurutnya menjadi tidak mungkin meningkatkan akses, kalau pengetahuan saja tidak ada.
"Kesulitan akses keuangan juga akhirnya bisa diperbaiki, untuk akses yang lebih baik," sebutnya
OJK mengajak para industri keuangan untuk ikut membantu masyarakat agar melek keuangan. Pada nantinya ini juga akan berguna untuk perusahaan itu sendiri. Karena masyarakat yang menjadi konsumen akan menganggap lembaga itu peduli terhadapnya.
"Konsumen akan memilih bank atau lembaga keuangan yang care dengan konsumen. Maka itu sangat pentingnya konsumen harus ditangani. Kalau itu dianggap tidak penting, lembaga atau bank itu akan ditinggalkan," terangnya.
(mkl/dru)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!