Minimnya aksi beli ini juga gara-gara Dow Jones dan S&P 500 yang sudah menguat cukup tinggi dalam empat pekan berturut-turut. Pelaku pasar juga masih menanti data tenaga kerja baru di Jumat nanti.
Data tersebut akan menjadi atas acuan bagi The Federal Reserve mengenai program stimulusnya. Apakah program tersebut akan dilanjutkan atau mulai dikurangi.
Pasar modal negeri Paman Sam ini memulai awal pekan dengan sepi setelah pekan sebelumnya mencetak rekor tertinggi. Investor akan terus memantau The Fed beserta program stimulusnya.
"Rebound-nya pasar modal AS di akhir Oktober sudah mendorong S&P 500 melonjak 24% sejak awal tahun ini. Sekarang ini waktu yang tepat bagi investor menyeimbangkan dan merelokasi portofolionya," kata Gary Thayer, kepala strategi ekonomi makro dari Wells Fargo Advisors di New York, dikutip dari Reuters, Selasa (5/11/2013).
Pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, Indeks Dow Jones naik 23,57 poin (0,15%) ke level 15.639,12. Indeks Standard & Poor's 500 menguat 6,29 poin (0,36%) ke level 1.767,93. Indeks Komposit Nasdaq bertambah 14,55 poin (0,37%) ke level 3.936,59.
(ang/ang)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!