Hal ini diungkapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik pada rapat dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR di Gedung DPR/MPR/DPD, Jakarta, Selasa (3/6/2014).
"Melihat kondisi sekarang, kami mengusulkan kenaikan tarif listrik untuk golongan industri I-3 untuk perusahaan non terbuka. Kalau yang terbuka sudah kemarin," kata Jero.
Kedua adalah kenaikan tarif listrik rumah tangga R1 dengan daya 3.500-5.500 VA dengan rata-rata kenaikan sebesar 5,7% tiap 2 bulan. Langkah ini diperkirakan akan menghemat Rp 0,37 triliun.
Ketiga adalah sektor rumah tangga R1 dengan daya 2.200 VA, rata-rata kenaikan sebesar 10,43%. Ini diperkirakan akan memberi penghematan Rp 0,99 triliun.
"Khusus untuk rumah tangga dengan daya 450-900 VA, saya katakan tidak masuk dalam rencana kenaikan tarif listrik," tegas Jero.
Keempat adalah di sektor pemerintahan (P-2) di atas 200 KVA dengan kenaikan rata-rata sebesar 5,36% setiap 2 bulan. Dengan kenaikan ini akan menghemat Rp 0,10 triliun.
Kelima adalah penerangan jalan umum (P3) dengan rata-rata kenaikan sebesar 10,69% diperkirakan akan menghemat 0,43 triliun.
(mkl/hds)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!