Membuka perdagangan pagi tadi, seperti dikutip dari data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa (16/12/2014), saham KRAS turun 6 poin (1,23%) ke level Rp 460.
Hingga pukul 9.25 waktu JATS, saham KRAS masih melemah, turun 5 poin (1,07%) ke level Rp 461 per lembar. Koreksi saham ini juga terjadi gara-gara sentimen negatif dari luar negeri dan melemahnya nilai tukar rupiah.
Kemarin saham KRAS juga sudah terkoreksi 14 poin dan ditutup di level Rp 466 per lembar dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu di Rp 480 per lembar.
Pihak Krakatau Posco sudah memberi penjelasan terkait ledakan di pabrik baja yang mennyebabkan 7 orang mengalami korban luka ringan dan berat. Menurut Sekretaris Perusahaan Krakatau Posco, Christiawati Ferania Kasager, ledakan terjadi saat proses pengolahan dari besi cair menjadi baja.
"Terjadi saat proses pengolahan dari besi cair menjadi baja, dari ladle ke konverter," kata Christiawati kepada detikcom.
Christiawati menjelaskan, penyebab ledakan sendiri masih dalam penyelidikan.
"Penyebabnya masih diselidiki. Akibat kejadian itu, menimbulkan percikan,ledakan api, karyawan yang dekat dengan alat itu terkena ledakan," ujarnya.
Sedikitnya 7 pegawai menjadi korban peristiwa ledakan yang terjadi di pabrik baja yang terletak di Cilegon, Banten itu. Seluruh korban dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
(ang/hds)